Raut senyuman senantiasa menggairah diwajahmu yang penuh kelembutan…..
Tiada kau tampakkan senyawa sendu saat kau memandang putri kecilmu….
Walau terkadang terhadiahi palingan yang mungkin menyakitkan……
Kau tetap menguraikan kasih tuluh layak seorang malaikat berhati saphir pada putri kecilmu….
Peluh menetes saat mendekap tuk menuntun putri kecilmu dalam buaian indah tak kau rasakan….
Tetap senyuman penuh kasih yang kau pancarkan sembari menatap putri kecilmu yang mulai terlelap…..
Sedari janin mungil yang mulai membentuk, rinai cinta terus kau tanamkan meskipun saat itu putri kecilmu belumlah hadir……
Tersenyum kau saat calon putri kecilmu menggeliat didalam rahimmu bunda……
Hingga putri kecilmu tlah dapat berlari, kau tetap menghujani cintamu yang seputih kapas itu bunda……
Meskipun kau harus berlari mengikuti langkah putri kecilmu….. Tak pernah lelah kau rasakan bunda…..
Cintamu seluas samudra tak berbatas bunda……
Kau rengkuh putrimu saat menangis meski terkadang putri kecilmu meninggalkanmu karna kesenangannya….
Bunda…….
Apakah yang dapat mengganti walaupun sedikit tuk membalas tautan cinta putih yang kau berikan…..
Katakan bunda………
Sebelum sesak ini terus terjamah dalam hati yang terkadang sempit ini…….
Bunda…..
Segaris tipis kriput mulai nampak di wajah cantikmu……
namun itu tak mengurangi kecantikanmu bunda……
putri kecilmu bisa seperti ini karena engkau dan ayah……
Bunda…..
Mohon katakan apa itu bunda……
Apa yang dapat sedikit membalas segala cintamu…..
Karena putri kecilmu ini yakin hanya sepersekian dari titik yang dapat terberi untuk membalas smuanya bunda…
Bunda……..
Apa daya putri kecilmu jika tak dapat melihat senyumu lagi…….
putri kecilmu akan hancur bunda……
Tak ada lagi tempat bersandar, mendekap hangat, bermain riang meskipun putri kecilmu telah bertumbuh dewasa…..
Bunda………
Ijinkan putri kecilmu memberi sepersekian dari titik itu bunda………
Ijinkanlah bunda………
_Lintang, 09/03/10_